Butuh waktu dua tahun bagi saya, buat naik status dari akun Basic ke Premium di Kredivo. Saya masih inget rasanya waktu pertama kali cek limit dan lihat angka 50 juta muncul di layar, ada rasa bangga sendiri, kayak “akhirnya rekam jejak keuangan saya diakui juga.” Soalnya buat naik ke level itu, saya harus disiplin bayar tepat waktu berbulan-bulan tanpa telat sekali pun.
Bulan lalu, karena kondisi kerjaan lagi bagus dan saya udah punya kartu kredit bank dengan limit yang cukup, saya sempat kepikiran buat tutup akun Kredivo aja. Tapi begitu saya mau ajukan, ada satu ketakutan yang bikin saya mikir dua kali, gimana kalau limit 50 juta yang susah payah saya bangun itu hangus sia-sia, padahal siapa tahu suatu saat saya butuh lagi?
Kenapa Angka Rp50 Juta Itu Terasa Berat Buat Dilepas
Saya coba jujur ke diri sendiri soal ini. Bukan cuma soal nominalnya, tapi soal proses buat sampai ke titik itu. Limit segede itu nggak didapat instan, ada rekam jejak pembayaran yang harus konsisten dulu.
Makanya waktu mikirin tutup akun Kredivo, yang kepikiran pertama bukan soal ribetnya prosedur, tapi soal kehilangan pencapaian yang udah saya bangun. Rasanya kayak sayang aja gitu, udah capek-capek naik level, eh malah dilepas begitu aja cuma karena sekarang lagi nggak butuh.
Fakta yang Akhirnya Saya Terima Soal Sifat Penutupan Ini
Saya coba cari tahu lebih dalam, dan jawabannya memang nggak enak didengar tapi realistis. Begitu akun ditutup secara resmi lewat customer service, statusnya nggak bisa diaktifkan lagi sama sekali. Limit 50 juta itu, riwayat pembayaran saya, semuanya ikut hilang seiring dengan penutupan akunnya.
Kalau suatu saat nanti saya berubah pikiran dan butuh Kredivo lagi, saya harus daftar dari awal, mulai dari akun Basic lagi, bangun rekam jejak dari awal buat naik ke Premium. Nggak ada jalan pintas atau cara buat “simpan” limit yang udah saya capai sekarang. Ini yang bikin saya akhirnya mikir ulang, apa memang segitu perlunya saya tutup akun sekarang juga?
Pertimbangan yang Saya Pakai Sebelum Ambil Keputusan
Saya coba timbang plus minusnya secara jujur. Kredivo PayLater punya opsi tenor yang fleksibel, mulai dari 1 bulan 0% Bunga & Admin sampai cicilan panjang dengan bunga mulai 1,99 persen per bulan, dan itu masih relevan buat kebutuhan yang mungkin muncul di luar jangkauan kartu kredit bank saya, semisal buat top up pulsa mendadak atau bayar tagihan yang nggak dicover kartu kredit.
Kalau alasan saya tutup akun cuma karena “sekarang lagi jarang pakai,” itu belum cukup kuat dibanding risiko kehilangan limit 50 juta yang udah susah payah dibangun. Beda cerita kalau memang saya yakin nggak akan butuh fasilitas kredit apa pun lagi dalam jangka panjang.
Keputusan yang Akhirnya Saya Ambil
Saya urungkan niat tutup akun Kredivo untuk sekarang. Saya pilih biarkan akun tetap aktif, meski jarang dipakai, sambil tetap pantau tiap bulan biar nggak ada transaksi yang nggak saya sadari.
Buat kamu yang lagi ada di posisi serupa, udah capek-capek naik ke limit besar terus mikirin mau tutup akun, coba tanya dulu ke diri sendiri, alasannya cukup kuat nggak buat lepasin pencapaian itu selamanya? Karena begitu diproses dan statusnya resmi tertutup, nggak ada jalan buat balik lagi, dan limit yang susah payah kamu bangun itu nggak bakal bisa didapatkan untuk kedua kalinya setelah akun ditutup permanen.